Perusahaan
pengolahan manufaktur adalah perusahaan yang membeli bahan mentah mengolahnya
menjadi produk jadi yang siap pakai dan menjualnya kepada konsumen yang
membutuhkannya. Operasi perusahaan manufaktur tidak sederhana perusahaan dagang
karena perusahaan manufaktur membuat sendiri barang yang akan dijualnya.
Aktivitas utama dalam perusahaan manufaktur adalah aktivitas produksi di mana
aktivitas produksi merupakan aktivitas untuk menciptakan kegunaan suatu barang
atau jasa dengan menggunakan sumber - sumber daya yang ada antara lain tenaga
kerja, peralatan atau mesin sarana bahan dan modal
Memasuki era
perekonomian yang semakin berkembang saat ini, setiap perusahaan yang tumbuh
dan berkembang terus dituntut untuk dapat meningkatkan seluruh aktivitasnya agar
mampu bersaing dalam mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan yang
bersangkutan sehingga tujuan perusahaan akan tercapai yaitu menghasilkan laba.
Persaingan disebabkan oleh munculnya perusahan -perusahan baru yang berpotensi
untuk menghasilkan produk yang lebih
unggul dan berkualitas. Dalam menghadapi persaingan ini perusahaan harus mampu
memproduksi produknya secara efektif dan efisien.
CV Laksana
merupakan perusahaan karoseri yang bergerak dibidang manufacturing yang menyediakan berbagai macam produk Bus. Produk
yang dihasilkan kebanyakan untuk memenuhi pasar ekspor luar negeri. Produk Bus yang dihasilkan sangat beragam tetapi
yang akan menjadi objek kajian penelitian adalah khusus pada produk best seller perusahaan adalah produk Bus
Tourista tentunya Laksana membutuhkan
bahan baku dalam pembuatan Bus Tourista. Pembelian
bahan baku itu penting dalam suatu proses bisnis terutama yang bergerak dalam
kegitan produksi, membutuhkan bahan baku agar kegitaan produki
I-1
dapat berjalan sehingga mampu
menciptakan produk yang siap dipasarkan. Laksana harus mengetahui syarat apa
saja yang harus dilakukan pada saat membeli bahan baku yaitu dilihat dari segi
kualitasnya yang baik mudah diolah dan harga relatif murah, setelah mengetahui
syarat yang dibutuhkan, perusahaan lalu melakukan metode make to order sesuai dengan permintaan
konsumen, perusahaan melakukan produksi jika ada pesanan dari konsumen.
Pemesanan dilakukan dengan batas waktu yang ditentukan perusahaan disebut dengan
Booking.
Booking bahan
baku didapat dari vendor yang telah bekerja sama dengan Laksana. Dalam
pengadaan bahan baku perlu pula menetapkan dua atau lebih vendor untuk setiap
bahan yang dibutuhkan Selain mengandalkan vendor, perusahaan dapat pula
menyediakan sendiri bahan – bahan tertentu termasuk bagian terbesar dari
komponen produk yang dihasilkan dengan begitu, dapat memudahkan perusahaan
dalam memenuhi persyaratan yang diperlukan dalam pengadaan bahan baku. Penulis
melakukan pengamatan dan menerapkan judul penulisan ilmiah yaitu mempelajari
sistem informasi pembelian bahan baku produk Bus Tourista di CV Laksana. Hasil pengamatan diharapkan dapat
memberikan informasi mengenai proses pembelian bahan baku CV Laksana.
2.1 Pengertian
Sistem
Sistem
merupakan sekumpulan objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi serta
hubungan antar objek bisa dilihat sebagai satu kesatuan yang dirancang untuk
mencapai satu tujuan. Secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu
kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel yang saling terorganisasi,
saling berinteraksi dan saling bergantung sama lain (Fatta, 2007).
![]() |
Sistem terdiri dari unsur-unsur
seperti masukan (input), pengolahan (Processing), serta keluaran (output). Ciri pokok sistem menurut Fatta ada empat yaitu sistem itu
beroperasi dalam suatu lingkungan, terdiri atas unsur-unsur, ditandai dengan
saling berhubungan, dan mempunyai satu fungsi atau tujuan utama.
Gambar 2.1 Model Sistem Berdasarkan Produk
(Fatta, 2007).
Gambar
diatas menunjukkan bahwa sistem atau pendekatan sistem minimal harus mempunyai
empat komponen yakni masukan, pengolahan, keluaran, dan balikan atau control. Karakteristik sistem memahami
atau mengembangkan suatu sistem, maka perlu membedakan unsur-unsur dari sistem
yang membentuknya. Berikut karakteristik sistem yang dapat membedakan suatu
sistem dengan sistem lainnya.
1.
Batasan (boundary)
yaitu penggambaran dari suatu elemen atau unsur mana yang termasuk dalam sistem mana yang diluar sistemLingkungan (environment) yaitu segala sesuatu diluar sistem, lingkungan yang
menyediakan asumsi, kendala dan input
terhadap suatu system.
2.
Masukan (input)
yaitu sumber daya berupa data, bahan baku, peralatan
dan energi dari lingkungan yang dikonsumsi dan manipulasi oleh suatu sistem.
3.
Keluaran (output)
yaitu sumber daya atau produk berupa informasi, laporan, dokumen,
tampilan layar komputer, barang jadi yang disediakan untuk lingkungan sistem
oleh kegiatan dalam suatu sistem.
4.
Komponen (component)
yaitu kegiatan-kegiatan atau proses dalam suatu sistem yang mentransformasikan
input menjadi bentuk setengah jadi (output). Komponen ini bisa merupakan
subsistem dari sebuah sistem.
5.
Penghubung (Interface)
yaitu tempat di mana komponen atau sistem
dan lingkungannya bertemu atau berinteraksi.
6.
Penyimpanan (Storage)
yaitu area yang dikuasai dan digunakan untuk
penyimpanan sementara dan tetap dari informasi, energi, bahan baku, dan
sebagainya. Penyimpanan merupakan suatu media penyangga antara komponen
tersebut bekerja dengan berbagai tingkatan yang ada.
Sistem dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian yaitu Sistem
abstrak dan sistem fisik, Sistem abstrak merupakan sistem yang tidak bisa
dilihat secara mata biasa dan biasanya sistem ini
berupa pemikiran atau ide-ide. Contoh dari sistem abstrak ini adalah
filsafat. Sistem fisik merupakan sistem yang bisa dilihat secara mata biasa dan
biasanya sering digunakan oleh manusia. Contoh dari sistem fisik ini adalah
sistem akuntansi, sistem komputer dan lainnya.
Sistem alamiah dan sistem buatan, Sistem alamiah merupakan sistem yang terjadi karena pengaruh alam. Misalnya sistem rotasi bumi, sistem gravitasi dan sebagainya. Sistem buatan merupakan sistem yang dirancang dan dibuat oleh manusia. Misalnya sistem pengolahan gaji. Sistem tertutup dan sistem terbuka, Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak terhubung dengan bagian luar sistem dan biasanya tidak terpengaruh oleh kondisi luar sistem. Sedangkan sistem terbuka merupakan sistem yang berhubungan dengan bagian luar sistem (Fatta,)
Pengertian Informasi
Informasi merupakan data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bag pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi. Data belum memiliki nilai sedangkan informasi sudah memiliki nilai. Informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih besar dibanding biaya untuk mendapatkannya. Kualitas informasi ini mempunyai Informasi yang berkualitas salah satunya adalah (Kusrini, 2007).
1.
Akurat (accurate)
merupakan informasi harus bebas dari kesalahan, tidak biasa ataupun
menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi itu harus dapat dengan jelas
mencerminkan maksudnya.
2.
Tepat pada waktunya (timeliness)
informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Di dalam pengambilan
keputusan, informasi yang sudah
usang tidak lagi bernilai. Bila informasi datang terlambat sehingga pengambilan
keputusan terlambat dilakukan, hal itu dapat berakibat fatal bagi perusahaan.
3. Relevan (relevance) informasi yang disampaikan harus mempunyai keterkaitan dengan masalah yang akan dibahas dengan informasi tersebut. Informasi harus bermanfaat.
Pengertian Sistem Informasi
Sistem
informasi adalah Sistem yang dapat menghasilkan informasi yang berguna. Suatu
sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolah transaksi harian, mendukung
operasi bersifat manajerial, dan kegiatan strategis dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan yang diperlukan komponen sistem
informasi pada suatu sistem informasi terdapat komponen sebagai berikut.
Perangkat keras (hardware), mencakup
berbagai peranti fisik seperti computer
dan printer, Perangkat lunak (software) atau program, yaitu sekumpulan
instraksi
yang memungkinkan perangkat keras memproses data, Prosedur, yaitu sekumpulan
aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki, Orang,
yaitu semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi,
pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi, Basis data (database), yaitu sekumpulan tabel,
hubungan dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data, Jaringan
komputer dan komunikasi data, yaitu sistem penghubung yang memungkinkan sumber
(resource) dipakai secara bersama
atau diakses oleh sejumlah pemakai (Kusrini, 2007).
Sebenarnya
sistem informasi digunakan oleh para manajer atau para pengusaha didalam
mengelola organisasi atau perusahaannya terutama dalam pengambilang keputusan,
sebelum teknologi komputer ada (Kusnendi, 1999).
Pengertian Gudang
Gudang
adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyimpan barang baik raw material, barang work in process atau finished good.
Dari kata gudang maka didapatkan istilah pergudangan yang berarti merupakan
suatu kegiatan yang berkaitan dengan gudang. kegiatan tersebut dapat meliputi
kegiatan movement (perpindahan), storage (penyimpanan), dan information transfer (transfer
informasi). Ada beberapa macam bentuk gudang diantaranya sebagai berikut (Utoyo,
2007).
1. Manufacturing plant warehouse, Manufacturing
plant warehouse adalah gudang yang ada dipabrik. Transaksi dalam gudang ini
meliputi penerimaan dan penyimpanan material, pengambilan material, penyimpanan
barang jadi ke gudang, transaksi internal gudang, dan pengiriman barang jadi ke
central warehouse, distribution warehouse, atau langsung ke
konsumen. Manufacturing plant warehouse
dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu gudang operasional, gudang perlengkapan dan gudang pemberangkatan.
2. Central warehouse, Central warehouse adalah gudang pokok. Transaksi didalam Central warehouse meliputi penerimaan barang jadi ( Dari manufacturing warehouse, langsung dari pabrik, atau dari supplier), penyimpanan barang jadi ke gudang, dan pengiriman barang jadi ke distribution warehouse.
Sejarah Singkat Perusahaan
Laksana sebagai karoseri bermula pada
tahun 1967 di Semarang sebagai toko mesin dengan pemilik Bapak Iwan Arman.
Laksana awalnya difokuskan pada mesin otomotif dengan karyawan yang berjumlah
25 orang. Laksana mengalami pertumbuhan yang pesat pada tiga tahun pertama,
pada tahun 1970 laksana pindah ke lokasi yang lebih luas dibandingkan yang
sebelumnya. Pada tahun 1977 Bapak Iwan membentuk Commanditaire Vennootschap atau disebut PT, dengan nama Laksana dan
memproduksi minibus pertama dari Laksana, yaitu Mitsubishi T- 120.
Pada tahun 1978 pabrik produksi Laksana
direlokasi ke lahan seluas 5.000 m2 di Ungaran, untuk meningkatkan
kapasitas produksinya. Pada saat ini luas dari pabrik produksi Laksana sudah
berkembang hingga 100.000 m2. Setiap tahunnya kapasitas produksi
dari Laksana dapat mencapai
1.500 bus yang membuat Laksana menjadi karoseri terbesar di
Indonesia saat ini. Seiring dengan perkembangan dari Laksana dengan kapasitas
produksi yang sangat tinggi, jumlah karyawan di Laksana sudah melebihi 1.000
orang. Laksana berkomitmen dalam pembuatan bus, bermacam- macam jenis produknya
yang mencangkup bus wisata, antar kota, dan bus untuk keperluan khusus. Laksana
juga menekankan pentingnya penyediaan produk-produk berkualitas tinggi kepada
pelanggan, mulai dari operator bus wisata, instansi pemerintahan, hingga
perusahaan asing. Laksana sendiri sudah bekerjasama dengan banyak Perusahaan
Otobus, Badan Pemerintahan dan Korporasi Internasional. Pada tahun 2009,
Laksana mulai mengekspor produk mereka ke Kepulauan Fiji, dan saat ini Laksana
sudah mengekspor ke negara-negara di Asia Tenggara.
Lambang CV Laksana merupakan lambang
perusahaan berupa lingkaran yang didalamnya ada huruf L yang meruncing dan
keluar dari lingkaran. Berikut adalah logo dari CV Laksana Karoseri.
Logo CV Laksana ini memberi makna huruf
L yang meruncing dan keluar dari lingkaran itu menandakan kreativitas ide yang
tanpa batas. Mulai tahun 2008 karoseri Laksana mencuri pasar dengan mengeluarkan produk yang tidak
pasaran. Produknya juga variatif. Mulai dari Medium Bus seperti Proteus dan Nucleus yang juga dikembangkan untuk Big Bus, Big Bus seperti Legacy series yang 3 kali mengalami
metamorfosis seperti pendahulunya, yaitu Panorama series, Hingga yang berbasis HD
dan LD seperti Legacy Sky dan City Liner. Terakhir mereka memperkenalkan Tourista untuk medium bus.
3.2
Visi Perusahaan
Laksana sendiri memiliki visi perusahaan
yaitu menjadi partner terbaik bagi operator bus di Asia melalui pengembangan
berkesinambungan yang didorong oleh integritas, 8 kerjasama, dan inovasi. Kami berkomitmen untuk menjadi
perusahaan yang paling maju dalam teknologi, serta produsen kelas dunia dalam
industri kendaraan komersial (khususnya diindustri bus).
3.3
Misi Perusahaan
Untuk mendukung
visi tersebut maka Laksana memiliki misi. Misi dari Laksana sebagai
berikut.
1.
Selalu memberikan rasa aman, desain
produk yang inovatif, dan bus yang berkualitas dunia yang sesuai dengan
berbagai kebutuhan pelanggan.
2.
Mengutamakan pentingnya bekerja
dekat dengan pelanggan, mengadopsi proses kerja yang terbaik di kelasnya dan menekankan
fungsi
komunikasi, partisipasi, manajemen mandiri, dan kerja sama tim untuk
menghasilkan produk terbaik.
3.4
Motto Perusahaan
CV Laksana Karoseri memiliki motto atau yang disebut “Sat Dharma
Laksana” demi terciptanya tujuan yang ingin dicapai. Setiap karyawan PT Laksana
Karoseri harus mempunyai motto dalam
bekerja. Hal ini dilakukan untuk memacu karyawan dalam peningkatan
produktivitas dan kerja sama antar karyawan. Berikut ini merupakan motto dari CV Laksana Karoseri.
1. Laksana menjunjung
tinggi disiplin kerja dan kejujuran
2. Laksana adalah satu,
satu tim
3. Laksana mengutamakan
kompetensi & Profesionalisme bekerja
4. Laksana berorientasi
pada mutu
5. Laksana terbuka
terhadap tantangan & perubahan jaman
6. Laksana ada karena pelanggan.
CV Laksana sebagai salah satu perusahaan
karoseri terbesar diIndonesia tentunya memiliki program 5S yang akan terlihat
bersih dan teratur. berpikir keadaan yang berantakan akan menyembunyikan
masalah. Program 5S dipandang sebagai usaha untuk memunculkan masalah yang
selama ini tersembunyi dari para pemecah masalah (problem solver). Program 5S pertama kali diperkenalkan diJepang sebagai
suatu gerakan kebulatan tekad untuk mengadakan pemilahan (seiri), penataan (seiton),
pembersihan (seiso), penjagaan
kondisi yang mantap (seiketsu), dan
penyadaran diri akan kebiasaan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan
dengan baik (shitsuke). Masing-masing
S dalam 5S beserta penjelasannya dijelaskan di bawah ini.
1.
Seiri ( Ringkas )
Ringkas disini dikenal istilah Red Tag Strategy, yaitu menandai barang-barang yang sudah tidak
berguna dengan label merah (red tag)
agar mudah dibedakan dengan barang-barang yang masih berguna. Barang-barang
dengan label merah kemudian disingkirkan dari tempat
kerja. Semakin ramping (lean)
tempat kerja dari barang-barang yang tidak dibutuhkan, maka akan semakin
efisien tempat kerja tersebut.
2.
Seiton ( Rapi )
Seiton adalah langkah kedua setelah pemilahan, yaitu: penataan barang yang
berguna agar mudah dicari, dan aman, serta diberi indikasi. Langkah kedua ini
dikenal istilah Signboard Strategy,
yaitu menempatkan barang-barang berguna secara rapih dan teratur kemudian
diberikan indikasi atau penjelasan tentang tempat, nama barang, dan berapa
banyak barang tersebut agar pada saat akan digunakan barang tersebut mudah dan
cepat diakses. Signboard strategy mengurangi
pemborosan dalam bentuk gerakan mondar- mandir mencari barang.
3.
Seiso ( Resik )
Seiso adalah langkah ketiga setelah penataan, yaitu: pembersihan barang yang
telah ditata dengan rapih agar tidak kotor, termasuk tempat kerja dan
lingkungan serta mesin, baik mesin yang breakdown
maupun dalam rangka program preventive
maintenance (PM). Sebisa mungkin tempat kerja dibuat bersih dan bersinar
seperti ruang pameran agar lingkungan kerja sehat dan nyaman sehingga mencegah
motivasi kerja yang turun akibat tempat kerja yang kotor dan berantakan.
4.
Seiketsu ( Rawat )
Seiketsu adalah langkah selanjutnya setelah seiri,
seiton, dan seiso, yaitu: penjagaan lingkungan kerja yang sudah rapi dan bersih
menjadi suatu standar kerja. Keadaan yang telah dicapai dalam proses seiri, seiton, dan seiso harus
distandarisasi.
5.
Shitsuke ( Rajin )
Shitsuke merupakan langkah akhir yaitu penyadaran diri akan etika bekerja. Shitsuke juga terdiri dari beberapa etos
kerja, diantaranya adalah disiplin terhadap standar, saling menghormati , malu
melakukan pelanggaran.
3.5
Struktur Organisasi Perusahaan
Pembentukan suatu organisasi dalam perusahaan sangat
diperlukan dalam usaha untuk menjaga kelancaran dan mencapai tujuan perusahaan.
Struktur organisasi perusahaan merupakan gabungan dari sekelompok orang dimana
terdapat hubungan kerja yang harmonis antara sekelompok orang tersebut dan
terdapat pembagian kerja untuk masing-masing orang demi tercapainya tujuan
bersama yang ingin dicapai oleh kelompok orang tersebut. Berikut adalah
struktur organisasi perusahaan CV Laksana Karoseri.
CV Laksana Karoseri menggunakan desain
struktur organisasi yang sederhana, karena pengambilan keputusan tergantung
kepada pimpinan perusahaan. Hal tersebut membuat jelas bahwa batas-batas
wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing bagian sesuai dengan posisinya.
Pada bagian ini akan diurakan tugas dan tanggung jawab sumber daya manusia yang
berada di perusahaan pada Laksana Karoseri Ungaran.
3.1
Produk
Produk adalah
hasil proses produksi yang dilakukan oleh produsen atau perusahaan yang nantinya akan dijual kepada konsumen
yang membutuhkan.Sebagian besar pendapatan suatu perusahaan berasal dari produk
yang dijualnya kepada para konsumen, konsumen akan membeli produk tersebut
untuk keperluannya sehari-hari, maupun untuk memenuhi kepuasannya.
CV Laksana
menghasilkan produk bus unggulan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan yang
ada di pasaran.Bus ini akan dipergunakan sebagai angkutan antar kota, bus
pariwisata,busway,bus kota dan bus kebutuhan khusus lainnya.
A.
Produk Bus Besar
Laksana mengeluarkan beberapa variasi produk yang berukuran besar dengan kapasitas 45-60 penumpang untuk memenuhi kebutuhan konsumen. domestik dan luar negeri.Produk bus yang berukuran besar yaitu New Proteus,SR1,SR2XHD PRIME,Legacy
Gambar 3.3 Contoh Produk Bus Besar
, Sumber : CV Laksana
A.
Produk Bus Medium
Selain bus besar, Laksana juga
mengeluarkan produk bus yang berukuran medium 27-34 tempat duduk.Produk bus
yang berukuran medium, yaituTourista,Sonic dan Nucleus
Gambar 3.4 Contoh Produk Bus Medium, Sumber : CV Laksana
A.
Produk Bus Gandeng
Bus gandeng merupakan salah satu produk bus unggulan dari Laksana. Bus gandeng ini banyak digunakan di kota-kota besar salah satunya yaitu Jakarta





Komentar
Posting Komentar